Presiden selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka meminta agar nantinya Indonesia bisa kembali berjaya dengan manusia-manusia yang unggul. Menurut Presiden, gerakan Pramuka adalah salah satu cara untuk melatih jiwa kepemimpinan dan jiwa berorganisasi. Sehingga, Presiden berpesan semakin dini gerakan Pramuka dikenalkan, maka akan semakin baik.
“Ini
semua agar mereka tahu bahwa tidak ada jalan yang lunak. Mereka harus
alami sendiri, tantangan demi tantangan, rintangan demi rintangan.
Permasalahan demi permasalahan, agar mentalnya tangguh, ulet, dan tidak
menyerah. Di situlah keunggulan sebuah bangsa,” ujarnya.
Adapun,
pengukuhan Adhyaksa Dault sebagai Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka
didasarkan pada hasil Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka di Kupang, 5
Desember 2013 lalu. Setelah terpilih ketua baru, dibentuk tim formatur
yang menyiapkan kepengurusan Kwarnas Gerakan Pramuka untuk masa bakti
2013-2018 yang akhirnya menjaring 107 pengurus yang berasal dari seluruh
wilayah Indonesia.
Setelah terpilih, Adhyaksa menyatakan ingin membawa Pramuka sebagai sarana perubahan. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga pada masa Kabinet Indonesia Bersatu I itu, menargetkan generasi muda sebagai subjek kunci gerakan pramuka yang inovatif dan relevan denan perkembangan zaman.
Adhyaksa berambisi membangun Scouting Academy sebagai sebuah sekolah pelatihan gerakan Pramuka kelas dunia. Setelah terpilih, Adhyaksa menyatakan ingin membawa Pramuka sebagai sarana perubahan. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga pada masa Kabinet Indonesia Bersatu I itu, menargetkan generasi muda sebagai subjek kunci gerakan pramuka yang inovatif dan relevan denan perkembangan zaman.
“Kegiatan pramuka harus disesuaikan dengan kebutuhan anak muda dan teknologi informasi,” ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar